Komponen utama dalam air limbah domestik dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu air, bahan organik, nutrisi, dan zat kimia. Air merupakan komponen terbesar, yang menyumbang sekitar 90% dari total volume air limbah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Indonesia, air limbah domestik rata-rata mengandung sekitar 200-300 liter air per orang per hari (Fakultas Teknik UI, 2020). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan air yang berlebihan dalam aktivitas rumah tangga berkontribusi signifikan terhadap volume air limbah yang dihasilkan.
Bahan organik dalam air limbah domestik, seperti sisa makanan, sabun, dan deterjen, menjadi salah satu penyebab utama pencemaran. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dalam air limbah domestik dapat mencapai 300-500 mg/L, yang menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi (KLHK, 2021). Bahan organik ini dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan mengganggu ekosistem perairan jika tidak dikelola dengan baik.
Nutrisi seperti nitrogen dan fosfor juga merupakan komponen penting dalam air limbah domestik. Nutrisi ini berasal dari sisa makanan, urine, dan produk pembersih. Menurut penelitian oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, kadar nitrogen dalam air limbah domestik dapat mencapai 30-50 mg/L, sedangkan fosfor dapat mencapai 5-10 mg/L (PUPR, 2020). Jika nutrisi ini masuk ke dalam badan air tanpa pengolahan yang tepat, dapat menyebabkan eutrofikasi, yang mengakibatkan pertumbuhan alga yang berlebihan dan penurunan kualitas air.
Zat kimia dalam air limbah domestik, seperti deterjen, pembersih, dan bahan kimia rumah tangga lainnya, juga perlu diperhatikan. Menurut laporan dari WHO, beberapa zat kimia ini dapat berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan (WHO, 2019). Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis lebih lanjut terhadap komponen kimia dalam air limbah domestik untuk mengidentifikasi dampak potensialnya.
Secara keseluruhan, pemahaman yang mendalam mengenai komponen utama dalam air limbah domestik sangat penting untuk merancang sistem pengelolaan limbah yang efektif. Dengan demikian, upaya untuk mengurangi dampak negatif air limbah terhadap lingkungan dapat dilakukan secara lebih efisien.
Referensi:
1. Badan Pusat Statistik (BPS). (2021). Statistik Lingkungan Hidup.
2. Departemen Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. (2020). Laporan Analisis Air Limbah.
3. Fakultas Teknik Universitas Indonesia. (2020). Penelitian tentang Air Limbah Domestik.
4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2021). Data Kualitas Air Limbah.
5. Kementerian PUPR. (2020). Penelitian Nutrisi dalam Air Limbah.
6. World Health Organization (WHO). (2019). Guidelines for Drinking-water Quality.
7. United Nations (UN). (2018). World Urbanization Prospects.